 |
| Masjidil Haram |
Menunaikan ibadah haji merupakan salah satu impian terbesar umat muslim
di dunia tak terkecuali bagi umat muslim di Indonesia. Menyadari betapa
pentingnya dan wajibnya ibadah haji tersebut maka umat muslim juga
patut untuk mengetahui tata cara penunaian ibadah haji yang baik dan
benar.
Mengetahui bagaimana
tata cara haji
yang baik dan benar sangat penting bagi kelancaran pelaksanaan
penunaian ibadah haji anda semua untuk semata-mata mendapatkan ridho
Allah SWT yang merupakan tujuan utama kita semua dalam menunaikan ibadah
haji tersebut.
Nah untuk membantu anda semua dalam mengetahui
tata cara haji yang baik dan benar maka Cheria Travel akan memberikan informasi mengenai tata cara haji tersebut melalui artikel
Bagaimana Tata Cara Haji Yang Baik?
Berikut ini adalah rincian dari tata cara haji untuk dibagikan kepada para calon jamaah haji dan anda semua, yaitu adalah :
Melakukan ihram dari mîqât yang telah ditentukan.
Ihram ini dapat dimulai sejak awal bulan Syawal dengan melakukan mandi
sunah, berwudhu, memakai pakaian ihram dan berniat haji dengan
mengucapkan Labbaik Allâhumma hajjan, yang berarti “Aku datang memenuhi
panggilanmu ya Allah, untuk berhaji”.
Kemudian para jamaah haji akan berangkat menuju arafah dengan membaca talbiah untuk menyatakan niat haji sebagai berikut:
Labbaik Allâhumma labbaik, labbaik lâ syarîka laka labbaik, inna al-hamda, wa ni’mata laka wa al-mulk, lâ syarîka laka
Yang artinya adalah :
Aku datang ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu; Aku datang, tiada
sekutu bagi-Mu, aku datang; Sesungguhnya segala pujian, segala
kenikmatan, dan seluruh kerajaan, adalah milik Engkau; tiada sekutu
bagi-Mu.
Melaksanakan Wukuf di Arafah.
Wukuf ini dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah yang waktunya dimulai
setelah matahari tergelincir sampai terbit fajar pada hari nahar yaitu
adalah pada hari menyembelih kurban di tanggal 10 Zulhijah.
Saat wukuf, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu: shalat jamak
taqdim dan qashar zuhur-ashar, berdoa, berzikir bersama, membaca
Al-Qur’an, shalat jamak taqdim dan qashar maghrib-isya.
Mabit di Muzdalifah, Mekah
Waktu pelaksanaan Mabit ini adalah sesaat setelah tengah malam sampai
dengan sebelum terbit fajar. Disini para jamaah haji akan mengambil batu
kerikil sebanyak 49 butir atau 70 butir yang akan digunakan untuk
melempar jumrah di Mina, dan setelah itu para jamaah haji akan melakukan
shalat subuh di awal waktu kemudian dilanjutkan dengan berangkat menuju
Mina.
Jamaah haji akan berhenti sebentar di masy’ar al-harâm (monumen suci)
atau Muzdalifah untuk berzikir kepada Allah SWT (QS 2: 198) dan
mengerjakan shalat subuh ketika fajar telah datang.
 |
| Mabit di Muzdalifah |